Pencemaran Air Akibat Limbah Rumah Tangga

Limbah Rumah Tangga

Tidakkah Anda perhatikan bahwa dari hari ke hari kebutuhan akan air bersih terus meningkat? Banyak hal yang diupayakan, mulai mencari sumber-sumber mata air hingga penggunaan destilasi atau suling berlapis, agar air yang didapat dari tempat dengan kualitas air kurang baik masih bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Pencemaran Air Akibat Limbah Rumah Tangga

Populasi penduduk yang semakin bertambah dan rutinitas sehari-hari yang padat telah mendatangkan banyak perubahan dalam lingkungan sekitar. Salah satunya, pencemaran lingkungan yang sudah merambah di segala aspek kehidupan. Pencemaran air cukup membuat khawatir masyarakat mengingat elemen ini menjadi elemen terpenting dalam berlangsungnya kehidupan makhluk hidup.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO menekankan bahwa air adalah sumber kehidupan yang harus selalu dijaga dan dilestarikan kemurnian serta kebersihannya. The best of all thing is water. Begitu ungkapan yang dibawa oleh organisasi khusus PBB ini. Sayangnya, air tidak selamanya ada dalam kondisi murni seperti saat pertama kali ditemukan melalui sumber air tanah dan sungai.

Penyebab Pencemaran Air

Pencemaran air dapat terjadi akibat limbah pembuangan rumah tangga dan tempat-tempat umum. Sungai, selokan, parit dan kolam yang berada di sekitar area industri, pertanian dan peternakan, seringkali dicemari oleh limbah pembuangan dari proses produksi dan pengolahannya. Misalnya, industri pengolahan makanan dan minuman, industri kimia dasar, dan industri tekstil serta sampah peternakan.

Air yang tercemar mengandung zat organik, anorganik, dan zat-zat tambahan lain yang menyebabkan berkurangnya kualitas air sehingga tidak layak lagi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Misalnya, mandi, minum, dan mencuci sayuran atau bahan makanan lain. Air yang tercemar biasanya berwarna keruh dan cenderung berbau. Hal ini disebabkan menurunnya kadar oksigen dalam air akibat penyerapan yang dilakukan oleh nitrogen, hidrogen, unsur karbon, dan belerang.

Munculnya bau tak sedap dalam air sungai yang tercemar bisa jadi karena adanya limbah organik membusuk yang mengakibatkan bertambahnya populasi mikroorganisme dan lebih fatal lagi dapat menimbulkan bakteri patogen atau bakteri yang menyebarkan penyakit pada manusia dan hewan. Bau yang menguap ke permukaan berasal dari senyawa amoniak yang diuraikan oleh mikroorganisme tersebut.

Industri logam, non logam, dan mineral, banyak meneruskan limbahnya ke sungai agar mudah dilenyapkan dan dapat menekan biaya. Hal ini menyebabkan air mengandung logam yang bila diproses sebagai air minum bagi manusia dapat menimbulkan penyakit degradasi dalam tubuh. Penggunaan sabun dan deterjen dalam kebutuhan rumah tangga hendaknya perlu diperhatikan. Jangan sampai kehadirannya mencemari air bersih yang kita gunakan dan lingkungan sekitar kita.

Sering sekali air bekas rendaman sabun atau deterjen dibuang di atas tanah yang potensial dijadikan lahan tanam. Untuk itu, alangkah bijaknya bila kegiatan mencuci dengan sabun dilakukan di tempat yang semestinya, seperti kamar mandi yang ada saluran pembuangannya.

Mengurangi Pencemaran Air

Untuk mengurangi pencemaran air, kita bisa mulai dari dalam rumah dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Meminimalisasi sampah rumah tangga. Gunakan peralatan makan yang bisa dibawa dari rumah bila Anda harus membeli makanan dari luar. Ini bisa mengurangi sampah plastik dan styrofoam.
  • Lebih bijak memilih produk instan yang dibeli. Utamakan membeli produk yang lebih ramah lingkungan.
  • Tidak membuang sampah ke kali atau sungai.
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, terutama bak-bak penampung air agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

 

Pencemaran Air Akibat Limbah Rumah Tangga

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *