Ironi KTT Bumi Johannesburg, Kemewahan di Tengah Kelaparan

KTT Bumi Johannesburg

Sampanye, kaviar, dan sejumlah makanan mewah lainnya bisa dinikmati oleh delegasi yang menghadapi KTT Bumi di Johannesburg Afrika Selatan, yang pada dasarnya bertujuan menghentikan — paling tidak mengurangi — kelaparan.

Para delegasi itu bisa menikmati lobster, oysters dan fillet pada konferensi di Johannesburg tersebut. Pada saat KTT itu dimulai hari Senin, sejumlah anak-anak yang tinggal tidak jauh dari lokasi pertemuan, antri untuk mendapatkan air di kran umum.

Para delegasi yang berjumlah 60.000 orang itu, termasuk para petinggi dari berbagai negara, juga bisa menikmati minuman beralkohol.

Pimpinan hotel yang menjadi tuan rumah bagi delegasi, mengatakan bahwa makanan-makanan mewah itu disediakan untuk kenyamanan para delegasi.

Dan Desmond Morgan menyatakan: “Uang tidak menjadi masalah.”

Ia bertugas untuk memastikan makanan di Hotel Michelangelo yang berbintang lima, di mana para pemimpin dan delegasi VIP lainnya tinggal selama konferensi ‘untuk menyelamatkan dunia’.

Sementara banyak orang yang masih kelaparan di kawasan sekitarnya, Morgan menceritakan bagaimana ia menimbun makanan dan mencari anggur yang terbaik untuk para tamu.

Timbunan cadangan itu termasuk 2,2 ton oysters, lobster dan kerang dalam jumlah besar, kaviar, dan pâté de foie gras.

Ia juga harus menyediakan lebih dari 2 ton fillet steak dan ayam, 204 kilogram ikan salmon, 204 kilogram ikan produk Afrika Selatan yang sangat lezat dan lebih dari 454 kilogram daging asap dan sosis.

Morgan mengatakan: “Apapun yang mereka inginkan, termasuk kaviar Beluga, foie gras atau daging asap, kami mempunyai semuanya”.

“Berdasarkan pengalaman saya, pimpinan pemerintah tidak memutuskan apa yang akan mereka makan sampai saat-saat terakhir. Karena itu saya harus menjamin semua yang mungkin mereka inginkan akan tersedia.”

Sampanye, anggur dan minuman lainnya diterbangkan dari seluruh dunia demi memuaskan keinginan pada delegasi.

Dapur baru juga dibangun khusus untuk para pemimpin negara, termasuk Sultan Brunei, yang membawa koki sendiri.

Kemewahan di Tengah Kelaparan

Tidak jauh dari lokasi konferensi, anak-anak antri air bersih. Mereka hidup dalam kondisi yang sangat memilukan dengan sanitasi yang sangat buruk. Anak-anak yang kelaparan bermain di antara sampah.

Rata-rata pendapatan mingguan masyarakat yang bekerja di kota terdekat, kurang dari harga satu gelas minuman keras di Michelangelo.

Badan-badan internasional mengatakan Afrika bagian selatan memang menghadapi krisis makanan paling buruk dalam satu dekade terakhir.

Lebih dari 14 juta orang, sebagian besar anak-anak, terancam kelaparan. Setiap hari, 6.000 anak-anak Afrika tewas karena penyakit akibat air yang terkontaminasi.

Sejak KTT Bumi di Brasil tahun 1992, jumlah orang Afrika yang hidup dalam kemiskinan meningkat dari 220 juta menjadi 300 juta orang.

Ironi lainnya adalah ratusan pohon di sekitar tempat konferensi itu ditebang untuk mempermudah akses mobil-mobil mewah.

Lantas mampukah KTT Bumi ini membawa dunia ke keadaan lebih baik, atau hanya sekedar kumpul-kumpul tanpa makna.

 

KTT Bumi Johannesburg, Kemewahan di Tengah Kelaparan

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *