Air Tanah, Pengertian dan Upaya Pelestariannya

Pelestarian Air Tanah

Air, termasuk di dalamnya air tanah sebagai salah satu sumber alam yang disajikan bumi, memegang peranan penting dalam siklus makhluk hidup. Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang. Tanpa air, makhluk hidup akan sengsara. Tumbuhan akan layu, manusia dan hewan akan kehausan, bahkan jika tubuh mengalami dehidrasi (kekurangan cairan) akut bisa menyebabkan kematian, tanah pun menjadi tandus. Mungkin kehidupan akan berakhir. Musnah dan tak ada yang tersisa.

Air Tanah

Air tanah merupakan sumber air yang paling murni. Air tanah terletak di lapisan bawah permukaan tanah. Kedalamannya tergantung kondisi tanah di suatu tempat, jadi pasti beragam atau tidak sama tingkat kedalamannya. Air tanah ini jelas tidak dapat diperbaharui. Jika sudah terkuras habis, manusia tinggal menunggu efek dari kerusakan yang ditimbulkan.

Saat ini, air tanah banyak digunakan oleh hotel, apartemen, mal, industri, dan perkantoran. Jelas, penggunaan untuk bangunan yang luas serta terdiri dari banyak lantai dan menampung banyak kapasitas pekerja membutuhkan persediaan air yang banyak pula volumenya. Hanya saja, penggunaan air tanah pada berbagai bangunan banyak yang tidak memiliki izin.

Di Bandung saja, ada lebih dari 5.000 titik air tanah yang digunakan dan hanya 900 titik saja yang penggunaannya memiliki izin. Selebihnya, bebas menguras air tanah sesuka hati. Jika hal ini dibiarkan, pengurasan air tanah bisa seenaknya, maka bukan tidak mungkin, air tanah yang merupakan sumber air paling akhir di perut bumi pun akan habis, kering, dan lenyap. Lantas, akan seperti apakah kelangsungan hidup kita?

Pelestarian Air Tanah

Terkadang, kita, manusia, kurang bersyukur atas berkah yang satu ini. Di saat kemarau, kita meminta-minta air dengan berbagai ritual. Namun di saat musim penghujan, terkadang kita mengutuk air karena banjir atau terganggunya aktivitas keseharian kita. Pun, di saat musim penghujan, rata-rata orang kurang berhemat dengan air. Lebih banyak menghamburkan daripada memanfaatkan dengan bijak.

Eksploitasi air, dalam hal ini sumber air bisa menyebabkan kekeringan yang panjang dan bisa saja kelak air akan menjadi benda yang sangat langka. Saat ini pun, sumber-sumber air sudah mulai berkurang akibat penggunaan yang berlebih. Sebagai bukti, di banyak daerah di Indonesia, ketersediaan air bersih menjadi hal yang sangat mahal dan langka.

Sumber air sudah hilang, mata air yang berasal dari pegunungan pun sudah lenyap seiring eksploitasi industri. Setelah sumber-sumber air yang berada di kawasan pegunungan, tebing, dan sungai mulai berkurang bahkan lenyap, air tanah menjadi giliran berikutnya untuk dilirik. Bahkan, saat ini pun penggunaan air tanah bukan sudah dilirik lagi, melainkan sudah melewati batas.

Namun, lagi-lagi pemerintah selalu kecolongan atau mau dikibuli dengan laporan palsu, atau bahkan bersedia dengan sukarela berkomplot dengan para pengembang industri untuk mengeksploitasi air tanah.

Upaya Penyelamatan Air di Lingkungan Sendiri

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengisi persediaan air tanah adalah dengan melubangi tanah dengan diameter 5 cm dan kedalaman 50 cm hingga 1 meter. Hal ini bertujuan selain mengurangi risiko banjir, juga agar pada saat hujan, air hujan yang turun dapat terserap oleh tanah dan menuju pada titik air tanah.

Selain itu, bagi Anda yang kerap menggunakan jasa hotel berbintang, hendaknya menggunakan air yang telah menjadi fasilitas Anda di kamar hotel dengan sebijak mungkin. Upayakan sebisa mungkin hindari berendam di bathtube yang akan menghabiskan air dalam volume yang sangat banyak.

Perilaku merusak lingkungan (khususnya air sebagai sumber daya  alami) sudah mengakar di berbagai lapisan masyarakat. Eksistensi dan daya juang kelompok pecinta lingkungan di beberapa daerah, setidaknya telah berhasil memberikan edukasi dan penyadaran bertahap kepada masyarakat. Namun, hal ini tidaklah menghentikan perusakan yang dilakukan baik oleh masyarakat secara langsung maupun oleh pemerintah melalui sistem dan kebijakan yang tidak memihak pada pelestarian air tanah.

Apa yang dilakukan kelompok pencinta lingkungan tersebut baru menyentuh sebagian kecil dari permasalahan memuliakan air. Tindakan nyata masyarakatlah, entah itu berupa upaya tidak mendukung perusakan air entah melakukan kampanye pemuliaan air di lingkungan sendiri, yang paling mujarab dalam menangani permasalahan air yang tiap tahun menjadi perhatian serius dari para pencinta lingkungan, tak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.

 

Air Tanah, Pengertian dan Upaya Pelestariannya

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *