Tema Peringatan Hari Air Dunia 1994 – 2010

tema hari air dunia

Peringatan Hari Air Dunia (HAD) atau World Water Day (WWD) pada tanggal 22 Maret setiap tahun memiliki tema yang berganti-ganti, sesuai dengan isu sumber daya air yang dianggap penting pada saat itu dan perlu mendapatkan perhatian dunia. Penetapan Hari Air Dunia diputuskan pada sidang umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992, melalui Resolusi 147/1993 dan mulai diperingati sejak tahun 1993 oleh negara-negara anggota PBB.

Tema Peringatan Hari Air Dunia

Berikut beberapa tema Hari Air Dunia sejak diputuskan hingga tahun 2010.

1994: WWD Theme – Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business.

Tema HAD tahun 1994 adalah Peduli akan Sumberdaya Air adalah Urusan Setiap Orang.

1995: WWD Theme – Water and Woman

Untuk pertama kalinya Lesotho merayakan HAD pada 22 Maret 1995. Departemen Urusan Air meng-organized dua aktivitas untuk memperingati HAD yakni polusi air dan degradasi lingkungan.

1996: WWD Theme – Water for Thirsty City

HAD ke tiga ini menekankan pada krisis air yang semakin meningkat yang dihadapi oleh kota-kota dunia yang mengancam keberlanjutan pembangunan ekonomi dan sosial.

1997: WWD Theme – The World’s Water: is There Enough?

Pesan HAD 1997 adalah air merupakan syarat dasar untuk kehidupan, meskipun sumber daya air menghadapi permintaan yang terus bertambah dan kompetisi diantara pengguna air.

1998: Groundwater – the Invisible Resource

HAD keenam ini merupakan rekomendasi dari pertemuan 17 ACC Sub Committee on Water Resources, yang dikoorinir oleh UNICEF dan United Nation Division of Economic and Social Affairs (UNDESA).

1999: Everyone Lives Downstream

Banjir yang melanda sungai-sungai utama di dunia tahun 1998 telah menyebabkan kematian dan kerusakan di sejumlah negara seperti China, Bangladesh dan India, dimana sebagian besar populasi dunia bertempat tinggal. Banjir bukan hanya hasil curah hujan yang berlebihan namun juga hasil campur tangan manusia di daerah aliran sungai. Badan PBB UNEP merupakan koordinator HAD 1999.

2000: Water for 21st Century

Ketersediaan dan kualitas air mengalami kerusakan yang terus meningkat. Kalau kondisi tersebut terus dipertahankan maka seluruh dunia nantinya akan mengalami krisis. Penduduk semakin meningkat sementara air semakin langka. Demikian disampaikan Wim Kok, Perdana Menteri Belanda pada second announcement dalam forum Air Dunia kedua dan konferensi Menteri di Belanda yang dimulai pada minggu menjelang 22 Maret 2000. Sejak 17-22 Maret 2000, ratusan ahli air, politisi, ahli terkemuka dan pejabat dari seluruh dunia bertemu di Hague. Acara tersebut menghasilkan kesimpulan terhadap perhatian warga dunia terhadap krisis air yang mengancam dunia.

2001: Water for Health

Air untuk kesehatan merupakan tema HAD 2001 yang dikoordinir oleh WHO. Pesan yang disampaikan dalam HAD 2001 adalah diperlukan upaya konkrit untuk menyediakan air bersih dan memperbaiki kesehatan untuk meningkatkan kesadaran dunia. 22 Maret merupakan saat yang tepat untuk mengingatkan tiap orang bahwa solusi itu selalu ada. Gunakan sumber daya yang ada di bumi untuk mengubah sekedar kata-kata menjadi komitmen dan aksi yang nyata.

2002: Water for Development

Tema HAD 2002 adalah Air untuk pembangunan yang dimotori oleh Lembaga Energi Atom Internasional. Sumber daya air yang buruk di berbagai belahan dunia memerlukan manajemen dan perencanaan sumber daya air secara terintegrasi. aksi yang nyata.

2003: Water for Future

Tema HAD 2003 adalah Air untuk masa depan yang bertujuan untuk menjaga dan memperbaiki kualitas dan kuantitas air untuk generasi mendatang. Hal ini sangat penting untuk mencapai cita-cita MDG’s tahun 2015. The United Nation Environment Programme (UNEP) merupakan institusi yang bertanggungjawab HAD 2003. Sasaran HAD 2003 adalah untuk memberikan inspirasi politik, aksi masyarakat dan mendorong dunia untuk memahami pentingnya penggunaan air secara arif dan konservasi.

2004: Water and Disasters

Badan PBB yang menangani bencana dan Badan Meteorologi Dunia bertanggung jawab penuh dalam penyelenggaraan HAD 2004. Pesan HAD 2004 adalah Cuaca, iklim dan sumber daya air memiliki dampak yang dapat merusak pembangunan sosial ekonomi dan kehidupan manusia. Berdasarkan Badan Meteorologi Dunia, cuaca dan iklim yang ekstrim seperti tornado, badai, banjir, menyumbang 75% dari semua bencana. Bencana tersebut menyebabkan hilangnya manusia, hancurnya kehidupan dan ekonomi. Memperhatikan hal tersebut, memprediksi perkembangan ke depan dan sistem peringatan secara berkala adalah hal yang sangat penting untuk mencegah dampak yang merugikan bagi manusia dan ekonomi.

2005: Water for Life

Tema HAD 2005 adalah Air untuk kehidupan. Sidang Umum PBB dalam sesi ke 58 pada bulan Desember 2003 menyetujui untuk memproklamirkan tahun 2005 hingga 2015 sebagai Dekade internasional untuk aksi “air untuk kehidupan” dan yang dimulai sejak 22 Maret 2005. Dekade tersebut mengubah dunia sasaran dunia pada “Fokus yang lebih besar pada isu terkait air, sebagai upaya untuk memastikan partisipasi wanita dalam pengelolaan air, dan lebih jauh lagi, juga kerjasama di semua strata untuk mencapai MDG’s, Johanesburg Plan dan Agenda 21″.

2006: Water and Culture

Tema HAD 2006 adalah Air dan Budaya, dibawah kendali UNESCO. Tema Air dan Budaya 2006 menggambarkan perhatian pada pemahaman, penggunaan dan perhatian air sebagai tradisi budaya di seluruh dunia. Air ádalah jantung dari semua agama dan digunakan dalam berbagai acara ritual. Air juga dibutuhkan dalam dunia seni seperti musik, melukis, menulis, drama dan merupakan unsur penting dalam kepentingan pengetahuan.

2007: Coping with Water Scarcity

Meningkatnya masalah kelangkaan air adalah topik HAD 2007. Tema difokuskan pada meningkatnya kelangkaan air di dunia secara signifikan dan kebutuhan peningkatan integrasi dan kerjasama untuk menjamin pengelolaan sumber air yang semakin langka secara berkelanjutan, efisien dan merata, baik pada level internasional dan lokal. Badan PBB FAO (Food and Agriculture Organization) memimpin peringatan HAD 2007. Sekretaris Jenderal FAO Jaques Diouf memberi kata sambutan dalam perayaan itu serta pesan melalui video oleh Sekjen PBB Ban Ki Moon dan Pre-siden Palang Merah Internasional, Michael Gorbachev.

2008: Sanitation

Hari Air Dunia perayaan Hari Internasional Sanitasi, dan menantang penduduk dunia untuk melakukan aksi di tengah krisis dunia. Tiap 20 detik, seorang anak meninggal, sebagai akibat dari kondisi sanitasi buruk. Hal itu mengurangi jumlah harapan hidup usia muda karena kurangnya pengetahuan untuk mencegah sanitasi buruk. Peringatan HAD dilakukan di Genewa Swiss dengan pembicara Pangeran Willem Alexande dan Dirjen WHO Dr. Margaret Chan.

2009 : Transboundary Waters

Tahun 2009, tema HAD adalah shared water – shared opportunities atau berbagi air, berbagi kesempatan, khususnya pada Transboundary Waters. Peluang bekerjasama dalam manajemen Transboundary Waters dapat membantu untuk membangun kehormatan, pemahaman dan kepercayaan diantara Negara-negara di dunia dan mempromosikan kedamaian, keamanan dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

2010: Communicating Water Quality, Challenges and Opportunities

Tema tema dunia dari Hari Air Dunia 2010 adalah Pentingnya Kualitas Air Untuk Indonesia Sehat. Tema ini diambil dengan dilatarbelakangi oleh kondisi kualitas air di dunia yang semakin lama semakin buruk, tercemar oleh limbah industri, permukiman dan lain-lain.

 

Tema Peringatan Hari Air Dunia

You May Also Like

About the Author: AchMaulidi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *