Komponen Penting Air Conditioner (AC)

Komponen Penting Air Conditioner (AC)

Sejak ide dasar tehnologi Air conditioner yang diketemukan oleh John Gorrie seorang dokter di tahun 1842,dan kemudian dikembangkan oleh Willis Haviland Carrier, banyak orang mulai menggunakan AC. Dari Sejarah Penemuan Air Conditioner (AC) awal, kini terus berlanjut dengan menggunakan teknologi modern.

Komponen Penting Air Conditioner (AC)

Di dalam Air conditioner terdapat bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsinya masing-masing. Agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik, setiap bagian tersebut harus saling terintegrasi satu sama lain. Bagian-bagian yang dimaksud antara lain :

1. Kompresor (Compressor)

Sesuai dengan namanya “compressor” yang artinya pemberi tekanan. Fungsi bagian ini adalah untuk memberi tekanan pada zat pendingin sehingga dapat tersebar ke seluruh sistem.

2. Kondensor (Condenser)

Kondensor berfungsi untuk menurunkan panas/kalor zat pendingin yang telah diberi tekanan oleh kompresor. Dalam proses ini terjadi perubahan wujud dari gas menjadi cair

3. Evaporator

Berfungsi untuk mengambil panas pada zat pendingin yang diperoleh dari ruangan sekitarnya. Dengan tujuan agar zat pendingin menjadi semakin dingin. Panas yang diambil dialirkan ke kompresor, kemudian dikeluarkan kembali lewat kondensor. Dalam proses ini, terjadi perubahan wujud zat pendingin dari cair menjadi gas.

4. Saringan

Berfungsi untuk menyaring semua kotoran yang berada di dalam sistem agar tidak masuk ke dalam pipa kapiler atau keran ekspansi. Namun, perlu diperhatikan bahwa proses penyaringan tidak boleh menyebabkan penurunan tekanan ataupun menyebabkan sistem buntu

5. Pipa Kapiler

Berfungsi untuk menurunkan tekanan zat pendingin yang berwujud cair dalam pipa. Serta untuk mengontrol dan mengatur jumlah zat pendingin yang mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.

6. Keran Ekspansi

Berfungsi untuk menurunkan tekanan pada evaporator sesuai dengan batas yang telah ditentukan. Dengan jalan mengalirkan zat pendingin dalam jumlah tertentu ke evaporator.

7. Zat Pendingin (Refigrant)

Pada dasarnya, zat pendingin (refrigrant) merupakan zat yang sangat mudah berubah wujud, dari cair menjadi gas, dan sebaliknya. Saat ini ada tiga jenis zat pendingin (refrigrant), antara lain:

a. CFC (Chlorofluorocarbon), seperti R-11, R-12, dan R-114

CFC memiliki nama dagang freon mulai dikembangkan pada tahun 1930-an. Karena sifatnya yang sangat cocok sebagai zat pendingin (refrigrant), yaitu mudah berubah wujud dari gas menjadi cair serta tidak beracun.

Akan tetapi secara tidak sadar, CFC dapat menimbulkan penipisan lapisan ozon yang merupakan pelindung bumi dari radiasi sinar ultrviolet. Baru pada tahun 1970, studi yang dilakukan oleh para ilmuwan menyatakan bahwa ternyata CFC dapat menimbulkan kerusakaan lingkungan yang serius.

Karena mengingat bahayanya zat pendingin CFC, pada tahun 1992 sebagian besar negara-negara yang sama sepakat untuk mengakhiri produksi dan penggunaan CFC .

b. HCFC (Hydrochlorofluorocarbons), seperti R-22 atau R-123

Hydrochlorofluorocarbons (HCFC) merupakan senyawa yang strukturnya sangat dekat dengan Chlorofluorocarbon (CFC). Sejak dihapusnya penggunaan CFC, HFCF menggantikannya sebagai zat pendingin (refrigrant). Namun, penggunaan HCFC sejak tahun 2001 di inggris telah dilarang karena dapat menyebabkan efek rumah kaca. Yang nantinya dapat memicu terjadinya global warming.

c. HFC (Hidrofluorokarbon), seperti R-134a

Dibandingkan dengan CFC dan HCFC, HFC merupakan zat pendingin yang paling aman. Karena hanya menyebabkan terjadinya efek rumah kaca kurang dari 3%.

Tidak heran, banyak orang yang tertarik menggunakan AC, khususnya di daerah-daerah bersuhu panas. Dengan penggunaan AC, diharapkan kenyamanan udara tercapai.

 

Komponen Penting Air Conditioner (AC)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *